Sabtu, 12 Oktober 2013


3 Efek Positif dan Negatif Membeli Followers Twitter Palsu



Pernah melihat ada orang yang biasa-biasa saja, cenderung bukan siapa-siapa dan tanpa prestasi apa-apa tapi followers-nya di Twitter buaaannyyaaakk banget???
Jangan heran! Karena sekarang industri jual beli followers sudah sangat berkembang dan telah menjadi bisnis yang bernilai milyaran. WOW!
Diperkirakan ada sekitar lebih dari 15 juta account Twitter palsu yang terdaftar online dan diperjualbelikan oleh banyak pihak untuk bermacam-macam tujuan mulai dari meningkatkan popularitas, menarik lebih banyak followers, membuat sebuah brand menjadi terkenal dan kredibel, dst.
Menariknya setiap 1000 account palsu tersebut rata-rata dihargai sebesar Rp 180,000. Itu berarti sekitar 7% dari pengguna aktif Twitter adalah pengguna palsu. Jumlah yang tidak sedikit bukan?
Di kalangan pengguna Twitter, hal ini menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang menolak, tapi tidak sedikit juga yang mendukung dan bahkan menggunakan atau membeli jasa tersebut.
Namun sebelum kita masuk lebih detil dalam pembahasannya, pastikan dulu untuk betul-betul paham apa yang dimaksud dengan followers Twitter palsu.
Secara sederhana, mereka adalah account Twitter yang dibuat untuk menciptakan uang tanpa ada elemen manusia sungguhan.
Mereka memiliki 0 Tweets dan 0 Followers, namun sebaliknya akan punya ribuan Following. Terkadang memiliki banyak tweet tapi hanya berupa tweet iklan tanpa informasi atau tanpa konten berarti.
Bisnis ini diperkirakan akan terus meroket dengan melihat data dari Google bahwa ada rata-rata sekitar 27,100 pencarian secara global tiap bulannya. Kali ini kami akan sharepandangan kami tentang 3 efek positif dan 3 efek negatifnya membeli followers palsu.

Berikut 3 Efek Positif (Menurut Kami) Membeli Followers Palsu:
1. Hasil Yang Cepat
Jumlah followers dari account Twitter tersebut akan melonjak naik dengan cepat begitu followers palsu dibeli. Hanya dengan jumlah uang yang sedikit, kita sudah dapat menambah ribuan followers tanpa perlu menunggu dan mengumpulkan satu persatu.
2. Jumlah Itu Penting
Sebuah account yang memiliki followers lebih banyak akan terlihat lebih impresif dan berpengaruh, sehingga pada akhirnya account tersebut akan memperoleh lebih banyak lagi followers (bukan yang dibeli).
Jumlah followers yang tinggi menunjukkan eksistensi account tersebut dunia social media. Hal ini membuat pengguna media sosial menjadi penasaran dan ingin tau apa yang membuat account tersebut memiliki banyak followers.
Ditambah lagi kehadiran media sosial telah menciptakan sebuah aliran baru untuk mereka yang selalu ingin tau, yaitu aliran kepoisme, alias kepengen tau aja bawaannyahehehe…
3. Menjadi Lebih Kompetitif
Followers palsu dapat mendorong kita atau brand perusahaan yang diwakili beberapa langkah ke depan agar menjadi sejajar atau bahkan lebih maju daripada kompetitor di dunia online. Who wouldn’t want that?